Sabtu, 30 Mei 2009

Muhammad SAW Sebagai Orang yang Jujur PDF Cetak E-mail
Muhammad SAW adalah orang yang paling jujur dalam percakapannya. Ungkapannya selalu benar, jujur dan adil. Beliau tidak pernah mengenal dusta dan bohong di dalam kehidupannya, baik beliau dalam keadaan serius ataupun santai. Bahkan beliau mengharamkan bohong dan dusta serta mencela orang yang melakukannya dan melarang melakukan yang demikian. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya sikap jujur pasti membawa kepada kebajikan. Dan kebajikan akan membawa ke dalam surga.

Seseorang senantiasa akan bersikap jujur dan berusaha untuk melakukannya sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Baginda juga memberitahukan bahwa seorang mukmin akan bakhil dan terkadang dapat bersikap pengecut, akan tetapi ia tidak akan penah berdusta dan berbohong selama-lamanya. Baginda juga melarang berbohong di dalam keadaan bersenda gurau karena bertujuan supaya masyarakat luas tertawa.

Baginda menjalani hidupnya, sementara sikap kejujuran menjadi temannya. Sebagai bukti kejujurannya adalah bahwa beliau telah memberitahukan tentang pengetahuan ghaib dari Allah SWT. Allah juga telah mengamanahkan risalah yang suci kepadanya. Lalu baginda menjalankan amanah tersebut kepada umatnya secara sempurna. Beliau tidak pernah mengurangi dan tidak pernah menambahkan walaupun hanya satu huruf. Baginda juga telah menyampaikan amanah Tuhannya dengan baik. Maka seluruh perkataannya, perbuatannya dan keadaannya adalah berdasarkan kepada kejujuran. Beliau adalah orang yang jujur di dalam keadaan perdamaian, peperangan, senang, marah, serius, senda gurau, keterangannya, dan di dalam keputusan hukumnya.

Baginda juga jujur dengan sahabat karib dan orang yang tidak memiliki hubungan pertalian sahabat karib. Baginda juga bersikap jujur dengan kawan dan musuh, lelaki dan perempuan. Rasulullah SAW juga bersikap jujur dengan dirinya sendiri dan juga bersama orang lain. Baginda jujur ketika berada di dalam perjalanan dan dalam keadaan tidak mengadakan perjalanan. Beliau jujur di dalam keadaan bermukim dan di tempat tinggalnya. Beliau jujur di dalam keadaan perang dan damai. Beliau jujur dalam melakukan jual beli. Beliau jujur dalam transaksi, perjanjian dan ikatan persaudaraan. Beliau jujur di dalam khotbahnya dan di dalam tulisan-tulisan suratnya. Beliau jujur di dalam fatwanya, ceritanya, perkataannya, penukilannya, riwayatnya dan penyampaiannya. Bahkan Rasulullah SAW adalah maksum (orang yang dipelihara) oleh Allah untuk melakukan dusta. Maka Allah SWT menjadi penjaga dan pelindungnya daripada akhlak yang tercela ini.

Allah telah meluruskan dan membetulkan lisannya dan perkataannya. Allah telah memperbaiki penuturannya dan telah menepatkan percakapannya. Beliau adalah orang yang jujur dan dijujurkan, yang mana tidak pernah mengeluarkan ungkapan bohong walaupun hanya satu huruf. Beliau juga tidak pernah melafalkan satu kalimat yang bohong sama sekali. Lahir dan batinnya tidak pernah bertentangan. Bahkan baginda adalah orang yang jujur di dalam gerakannya, penuturannya dan isyarat kedua matanya.

Beliau sendiri pernah bersabda: Tidak layak bagi seorang nabi mempunyai kesalahan dan kekhilafan, walaupun hanya dalam bentuk kesalahan pandangan mata. Hal tersebut terlontar manakala para sahabatnya bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak isyaratkan dengan kedua belah mata saja untuk membunuh para tawanan perang itu ?!” Bahkan beliau adalah orang yang datang dengan kebenaran dari sisi Tuhannya. Oleh sebab itu, maka perkataannya adalah benar dan sunnahnya adalah hak. Keridhaannya adalah benar dan kemarahannya adalah hak. Keluar dan masuknya adalah benar. Tangisan dan dan tertawanya adalah hak. Bangun dan tidurnya semua adalah berdasarkan kepada kebenaran dan hak.

Allah SWT berfirman: Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih. [QS. Al Ahzab : 8]. Allah SWT juga berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. [QS. Al Taubah : 119] Allah SWT berfirman: Ta`at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. [QS. Muhammad : 21] Beliau orang yang jujur kepada Tuhannya, dan kepada dirinya sendiri. Beliau adalah orang yang jujur kepada orang lain, dan jujur kepada keluarganya, bahkan beliau bersikap jujur kepada para musuhnya.

Jika seandainya sikap jujur berbentuk seorang manusia, maka beliau itulah yang bernama Muhammad SAW. Demi kehormatan ayah dan ibuku bahwa kejujuran adalah diambil dan dipelajari daripadanya, bahkan sifat jujur dinukil daripadanya. Beliau adalah orang yang jujur dan amanah di masa jahiliyah sebelum Islam dan juga ketika masa kerasulan; bagaimana keadaannya selepas datangnya wahyu, hidayah, turunnya Jibril kepadanya, kenabiannya, Allah telah memuliakannya sebagai manusia pilihan dan kekasih-Nya?

Kisah Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad bin Abdullah saw adalah nabi terakhir. Lahir pada tahun 570 M di Mekah. Diutus menjadi nabi ketika berusia empat puluh tahun. Selama tiga belas tahun Nabi saw berdakwah Islam di Mekah. Di Mekah Nabi saw mengalami banyak sekali kesulitan. Selama periode Mekah ini Nabi saw mendidik beberapa orang pilihan. Kemudian Nabi saw hijrah ke Madinah. Di Madinah Nabi saw mendirikan sentranya. Selama sepuluh tahun Nabi saw terang-terangan berdakwah Islam di Madinah. Nabi saw melakukan sejumlah perang yang berhasil menundukkan kaum Arab yang arogan. Pada akhir periode ini seluruh jazirah Arab memeluk Islam. Al-Qur'an Suci diwahyukan kepadanya secara bertahap dalam waktu dua puluh tiga tahun. Kaum Muslim memperlihatkan dedikasi yang luar biasa dan takzim kepada Al-Qur'an dan kepada pribadi Nabi Muhammad saw. Nabi saw wafat pada tahun 11 H pada tahun ke-23 misi kenabiannya dalam usia enam puluh tiga tahun. Nabi saw meninggalkan suatu masyarakat yang belum lama lahir, suatu masyarakat yang penuh dengan semangat spiritual, suatu masyarakat yang mempercayai suatu ideologi yang konstruktif dan yang menyadari tanggung jawabnya di dunia.

Ada dua hal yang memberi masyarakat yang baru lahir ini semangat antusiasme dan persatuan: Pertama, Al-Qur'an yang menyemangati kaum Muslim, yang senantiasa dibaca oleh kaum Muslim. Kedua, pribadi mulia dan berpengaruh Nabi saw yang sangat memesona kaum Muslim. Kini kami bahas secara ringkas pribadi Nabi Suci saw.

Masa Kanak-kanak

Muhammad saw masih berada dalam rahim ibundanya, ketika ayahandanya, yang kembali dari perjalanan bisnis ke Syiria, meninggal di Madinah. Kemudian Abdul Muthalib, kakeknya, mengambil alih pengasuhannya. Sejak kanak-kanak, tanda-tanda bahwa kelak dia akan menjadi nabi sudah terlihat jelas dari keistimewaan dan perilakunya. Abdul Muthalib secara intuitif mendeteksi bahwa cucunya memiliki masa depan yang luar biasa cemerlang.

Muhammad saw baru berusia delapan tahun ketika kakeknya juga meninggal. Dan sesuai dengan wasiat kakeknya, pengasuhan Muhammad saw diberikan kepada paman Muhammad saw yang bernama Abu Thalib as. Abu Thalib as juga terkejut ketika tahu bahwa perilaku anak ini beda dengan perilaku anak-anak lainnya. Tak seperti anak-anak sekitamya, Muhammad saw tak pemah tamak dengan makanan. Dan tak seperti adat yang berlaku pada masa itu, Muhammad saw selalu menyisir rapi rambutnya, dan wajah serta tubuh Muhammad saw selalu bersih.

Suatu hari Abu Thalib ingin Muhammad saw berganti pakaian di hadapan Abu Thalib sebelum pergi tidur. Si kecil Muhammad saw tak menyukai keinginan seperti itu. Namun karena tak dapat mentah-mentah menolak keinginan pamannya, si kecil Muhammad saw meminta pamannya untuk memalingkan mukanya ketika Muhammad saw melepaskan pakaiannya. Tentu saja Abu Thalib kaget, karena orang dewasa Arab sekalipun pada masa itu tak menolak bila diminta telanjang bulat di hadapan orang lain. Kata Abu Thalib: "Aku tak pernah mendengar dia berbohong, juga tak pernah aku melihat dia melakukan sesuatu yang tak senonoh. Kalau perlu saja Muhammad tertawa. Dia juga tak ingin ikut dalam permainan anak-anak. Dia lebih suka sendirian, dan selalu sopan, rendah hati dan bersahaja."

Tak Suka Nganggur dan Malas-malasan

Beliau saw tak suka nganggur dan bermalas-malasan. Beliau saw senantiasa mengucapkan: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, ketidakberdayaan dan sesuatu yang tak ada nilainya." Beliau saw selalu menyuruh kaum Muslim untuk bekerja keras dan kreatif. Beliau saw selalu mengatakan bahwa kemuliaan itu memiliki tujuh bagian, dan bagian terbaiknya adalah mencari nafkah dengan halal.

Jujur

Nabi saw, sebelum diutus menjadi rasul, mengadakan perjalanan ke Syiria untuk kepentingan Khadijah as. Dan Khadijah as ini di kemudian hari menjadi istrinya. Perjalanan ini, lebih dari sebelumnya, memperjelas kejujuran dan efisiensinya. Kejujuran dan keandalannya jadi begitu terkenal, sampai-sampai dia mendapat julukan tepercaya (al-Amin). Orang mempercayakan penjagaari harta mereka yang berhafga kepada Muhammad saw. Bahkan setelah diutus menjadi rasul, meskipun memusuhinya, kaum Quraisy tetap saja menyerahkan penjagaan harta berharga mereka kepadanya karena merasa yakin akan aman di tangannya. Itulah sebabnya ketika hijrah ke Madinah, Muhammad saw meninggalkan Imam Ali bin Abi Thalib as untuk beberapa hari demi mengembali-kan titipan kepada para pemiliknya.

Menentang Kezaliman

Pada masa pra-Islam, ada perjanjian yang dibuat oleh para korban kekejaman dan kezaliman dengan tujuan untuk melakukan upaya bersama guna melindungi kaum tertindas terhadap para tiran yang zalim. Perjanjian ini dikenal dengan nama "Hilful Fudhûl". Perjanjian ini dibuat di rumah Abdullah bin Jad'in di Mekah oleh tokoh-tokoh penting tertentu pada masa itu. Kemudian, selama masa kenabiannya, Muhammad sering menyebut perjanjian ini. Beliau mengatakan masih mau ikut dalam perjanjian serupa, dan tak mungkin melanggar isi perjanjian.

Sikap Terhadap Keluarga

Muhammad saw baik hati sikapnya terhadap keluarganya. Terhadap istri-istrinya, Muhammad saw tak pernah kasar sikapnya. Orang-orang Mekah pada umumnya merasa aneh dengan perilaku baik seperti itu. Nabi saw mentoleransi perkataan sebagian istrinya yang terasa menyakitkan hati, meskipun perkataan semacam itu tidak disukai sebagian istrinya yang lain. Nabi dengan penuh empati mengajak para pengikutnya untuk bersikap baik hati terhadap istri-istri mereka, karena, seperti sering kali diucapkannya, lelaki dan perempuan itu keduanya sama-sama memiliki sifat baik dan sifat buruk. Suami tidak boleh cuma gara-gara kebiasaan istri­nya yang tak menyenangkan lalu menceraikannya. Jika suami tak menyukai beberapa sifat istrinya, istri tentu memiliki sifat-sifat lain yang menyenangkannya. Dengan demikian urusannya jadi seimbang. Nabi Suci saw sangat menyayangi anak-anak dan cucu-cucunya. Nabi saw memperlihatkan rasa cinta dan kelembutan hatinya kepada mereka. Nabi saw mencintai mereka, memangku mereka, mendudukkan mereka di atas kedua bahunya dan menciumi mereka. Semua ini bertentangan dengan adat dan kebiasaan masyarakat Arab pada masa itu.

Nabi saw juga memperlihatkan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak-anak kaum Muslim. Nabi saw memangku mereka dan mengusap-usap kepala mereka. Para ibu sering kali membawa anak-anak mereka kepada Nabi saw untuk mendapatkan berkahnya. Bahkan pernah ada kejadian anak mengencingi pakaian Nabi saw. Dan para ibu pun jadi marah serta merasa malu. Sebagian ibu mencoba menghentikan anak main air. Namun Nabi Suci Saw. meminta ibu-ibu itu untuk tidak mengganggu anak tersebut. Nabi saw mengatakan bahwa anak itu akan membersihkan pakaiannya kalau pakaian itu kotor.

Sikap Terhadap Sahaya

Nabi saw luar biasa baik hati sikapnya terhadap kaum sahaya. Nabi saw suka mengatakan kepada orang bahwa sahaya adalah saudara. Nabi saw mengatakan: "Beri mereka makanan sepeiti yang kamu makan, pakaian seperti yang kamu pakai. Jangan paksa mereka mengerjakan sesuatu yang terlalu sulit bagi mereka. Beri mereka pekerjaan mereka, dan bantulah mereka dalam melaksanakan pekerjaan. Jangan panggil mereka dengan sebutan budak, karena semua manusia adalah hamba Allah. Allahlah Tuan sejati bagi semua manusia. Panggillah sahaya lelaki dan sahaya perempuanmu dengan panggilan anak muda."

Islam memberikan kepada kaum sahaya semua kemudahan yang dapat diberikan, kemudahan yang melahirkan kemerdekaan penuh mereka. Nabi Suci saw menggambarkan perdagangan sahaya sebagai seburuk-buruk pekerjaan. Nabi saw mengatakan bahwa orang yang memperdagangkan manusia adalah seburuk-buruk orang di mata Allah SWT.

Bersih, Rapi dan Memakai Wewangian

Nabi saw sangat menyukai kebersihan, kerapian dan wewangian. Nabi saw mendorong sahabat dan pengikutnya untuk menjaga kebersihan tubuh dan rumah mereka dan untuk memakai we­wangian. Nabi saw khususnya mengajak mereka untuk mandi dan memakai wewangian pada hari-hari Jumat agar tak ada bau badan yang tak sedap yang dapat mengganggu jamaah salat Jumat.

Perilaku Sosial

Dalam kehidupan di tengah masyarakat, Nabi saw selalu baik hati, riang dan sopan terhadap semua orang. Nabi saw selalu yang lebih duluan memberikan salam, sekalipun kepada anak-anak dan para sahaya. Nabi saw tak pernah meregangkan kakinya di hadapan orang, dan tak pernah berbaring di hadapan orang. Kalau tengah bersama Nabi saw, semua orang duduk mengelilingi Nabi saw. Tak ada yang punya tempat khusus. Nabi saw selalu memperhatikan sahabat-sahabatnya. Kalau Nabi saw tak melihat siapa pun di antara sahabat-sahabatnya itu selama dua atau tiga hari, Nabi saw menanyakannya. Jika ternyata sahabat itu sakit, Nabi saw menjenguknya. Dan jika sahabat itu mendapat kesulitan, Nabi saw berupaya memecahkan problemnya. Dalam majelis, Nabi saw tak pernah bicara atau memberi perhatian hanya kepada seseorang, namun Nabi saw bicara dan memberikan perhatian kepada semuanya. Nabi saw tak suka kalau Nabi saw tinggal duduk saja lalu orang melayaninya. Nabi saw sendiri ikut dalam semua yang harus dikerjakan. Nabi saw suka mengatakan bahwa Allah SWT tak suka melihat seorang hamba yang merasa unggul sendiri.

Lembut Namun Tegas

Dalam masalah pribadi, Nabi saw lembut, simpatik dan toleran. Pada banyak peristiwa sejarah, toleransi Nabi saw merupakan salah satu alasan kenapa Nabi saw sukses. Namun dalam masalah prinsip ketika mengenai masalah kepentingan masyarakat atau hukum, Nabi saw tegas dan tak pernah memperlihatkan sikap toleran. Ketika peristiwa penaklukan atas Mekah dan kemenangan Nabi saw atas kaum Quraisy, Nabi saw mengabaikan kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan terhadap diri Nabi selama dua puluh tiga tahun. Nabi saw justru menyatakan amnesti umum. Nabi saw menerima permintaan maaf pembunuh paman tercintanya, Hamzah. Namun Nabi saw menjatuhkan hukuman kepada seorang wanita Bani Makhzum yang mencuri. Padahal wanita ini dari keluarga yang sangat terhormat, yang memandang penerapan hukuman atas dirinya sebagai penghinaan besar bagi keluarga tersebut. Keluarga ini tak henti-hentinya meminta Nabi saw untuk memaafkannya. Beberapa sahabat terkenal Nabi saw juga memintakan pengampunan baginya. Namun Nabi saw dengan marah me­ngatakan bahwa tidaklah mungkin karena untuk kepentingan seseorang lalu hukum Allah tidak diterapkan. Pada sore hari itu juga Nabi saw menyampaikan khotbah:

"Bangsa-bangsa dan umat-umat terdahulu mengalami kemunduran dan lalu punah akibat mereka bersikap diskriminatif dalam pelaksanaan hukum Allah. Kalau orang berpengaruh berbuat kejahatan, dia dibiarkan begitu saja. Namun jika orang lemah dan tak penting berbuat kejahatan, dia dihukum. Aku bersumpah demi Allah yang di tangan-Nya jiwaku bahwa aku akan tegas dalam melaksanakan keadilan sekalipun yang berbuat salah itu salah seorang keluargaku."

Ibadah

Untuk sebagian malam, terkadang separo malam, dan terkadang sepertiga atau dua pertiga malam, Nabi saw selalu melakukan ibadah. Meski siang harinya sibuk, khususnya selama Nabi saw berada di Madinah, Nabi saw tak pernah mengurangi waktu ibadahnya. Nabi saw menemukan kenikmatan penuh dalam ibadah dan berkomunikasi dengan Allah SWT. Ibadahnya merupakan ungkapan cinta dan rasa syukur, dan motivasinya bukan keinginan masuk surga, juga bukan karena takut neraka.

Suatu hari salah seorang istrinya bertanya kepada Nabi saw, bahwa kenapa Nabi saw begitu kuat dedikasinya untuk ibadah? Jawab Nabi saw: "Kepada siapa lagi aku mesti bersyukur, kalau bukan kepada Tuhanku?"

Nabi saw sangat sering berpuasa. Di samping puasa di bulan Ramadhan dan di sebagian bulan Syakban, Nabi saw selalu puasa dua hari sekali. Nabi saw selalu melewatkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan iktikaf di masjid. Dalam iktikaf ini Nabi saw mencurahkan segenap waktunya untuk ibadah. Namun kepada umatnya Nabi saw mengatakan bahwa sudah cukup kalau berpuasa tiga hari setiap bulannya. Nabi saw suka mengatakan bahwa ibadah dikerjakan menurut kemampuan masing-masing, dan tidak boleh memaksakan diri, karena kalau dipaksakan, maka efeknya akan buruk. Nabi saw menentang kehidupan rahib, menentang sikap hidup yang tak mau terlibat dalam urusan duniawi, dan menentang sikap hidup yang menolak kehidupan berkeluarga. Beberapa sahabat Nabi saw mengutarakan niat untuk hidup seperti rahib. Nabi saw mencela mereka. Nabi saw sering mengatakan:

Tubuh, istri, anak-anak dan sahabat-sahabatmu semuanya punya hak atas dirimu, dan kamu hams memenuhi kewajibanmu."

Bila salat sendirian, salat Nabi saw lama, bahkan terkadang Nabi saw berjamjam menunaikan salat sebelum subuh. Namun bila salat berjamaah, salat Nabi saw tidak lama. Dalam hal ini Nabi saw memandang penting memperhatikan orang-orang usia lanjut dan orang-orang yang lemah jasmaninya di antara para pengikutnya.

Hidup Sederhana

Hidup sederhana merupakan salah satu prinsip hidup Nabi saw. Makanan Nabi saw sederhana. Pakaian yang dikenakannya sederhana. Nabi saw, bila mengadakan perjalanan, caranya sederhana. Nabi saw lebih sering tidur di atas tikar, duduk di tanah, dan memerah susu kambing dengan kedua tangannya sendiri. Nabi saw, bila naik binatang tunggangan, tidak memakai pelana. Kalau sedang naik binatang tunggangan, Nabi tak mau ada pengiringnya. Makanan pokok Nabi saw adalah roti dan kurrna. Nabi saw memperbaiki sepatunya sendiri dan menjahit pakaiannya sendiri dengan kedua tangannya sendiri. Kendati hidup bersahaja, Nabi saw tak pernah menganjurkan filosofi asketisisme (hidup dengan disiplin diri yang keras dan berpantang dari segala bentuk kesenangan atau kenikmatan—pen.). Nabi saw percaya bahwa uang perlu dibelanjakan untuk kepentingan masyarakat dan untuk tujuan-tujuan halal lainnya. Nabi saw biasa mengatakan: "Sungguh menyenangkan kekayaan itu, jika didapat dengan cara yang halal oleh orang yang tahu cara membelanjakannya."

Nabi saw juga mengatakan: "Kekayaan merupakan bantuan yang baik bagi ketakwaan."

Ketetapan Hati dan Sabar

Tekad atau kemauan keras Nabi saw sungguh luar biasa. Tekad ini mempengaruhi para sahabatnya juga. Periode kenabiannya benar-benar merupakan pelajaran tentang kemauan keras dan kesabaran. Dalam masa hidupnya, beberapa kali kondisi sedemikian rupa sehingga kelihatannya tak ada lagi harapan, namun tak pernah ada kata gagal dalam benaknya. Keyakinannya bahwa dirinya pada akhirnya akan sukses, tak pernah goyah sekejap pun.

Kepemimpinan, Administrasi dan Konsultasi

Sekalipun para sahabat Nabi saw menjalankan setiap perintah Nabi saw tanpa ragu, dan berulang-ulang mengatakan percaya penuh kepada Nabi saw dan bahkan mau terjun ke sungai atau ke dalam kobaran api jika saja Nabi saw memerintahkannya, namun Nabi saw tak pernah menggunakan cara-cara diktator. Mengenai masalah-masalah yang belum ada ketentuan khususnya dari Allah SWT, Nabi saw berkonsultasi dengan sahabat-sahabatnya dan menghargai pandangan mereka, dan dengan demikian membantu mereka mengembangkan pribadi mereka. Ketika Perang Badar, Nabi saw menyerahkan persoalan mengambil aksi militer untuk menghadapi musuh, memilih lahan untuk mendirikan tenda, dan mengenai perlakuan terhadap tawanan, kepada nasihat sahabat-sahabatnya. Ketika Perang Uhud, Nabi saw berkonsultasi soal perlu tidaknya tentara Muslim bertempur dari dalam kota Madinah ataukah tentara Muslim perlu keluar dari kota. Nabi saw juga berkonsultasi dengan para sahabatnya ketika Perang Ahzab dan Tabuk.

Kebaikan had dan toleransi Nabi saw, keinginannya untuk mengupayakan ampunan bagi dosa-dosa umatnya, sahabat-sahabat­nya dan konsultasi dengan mereka yang dipandangnya penting, merupakan faktor-faktor utama yang memberikan sumbangsih bagi pengaruhnya yang luar biasa di kalangan para sahabatnya. Fakta ini ditunjukkan oleh Al-Qur'an. Al-Qur'an memfirmankan:

Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan din dari sekelitingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (QS. Âli 'Imrân: 159)

Teratur dan Tertib

Semua tindakan Nabi saw teratur dan tertib. Nabi saw bekerja sesuai dengan jadwal. Nabi saw mengajak para sahabatnya untuk berbuat sama. Berkat pengaruh Nabi saw, para sahabat jadi penuh disiplin. Bahkan ketika Nabi saw memandang perlu merahasiakan keputusan tertentu agar musuh tidak menaruh syak wasangka terhadap kaum Muslim, para sahabat serta merta melaksanakan perintah Nabi saw. Misal, Nabi saw pernah memerintahkan agar para sahabat bergerak esok hari. Keesokan harinya semua sahabat yang diperintah itu bergerak bersama Nabi saw tanpa tahu maksud finalnya, dan para sahabat baru tahu maksudnya pada saat-saat terakhir. Terkadang Nabi saw memerintahkan beberapa orang untuk bergerak ke arah tertentu, memberikan surat untuk komandan mereka dan memerintahkan agar komandan tersebut membuka surat itu begitu sampai di tempat tertentu dan agar bertindak sesuai dengan perintah. Sebelum mencapai tempat tertentu, mereka tidak tahu maksud mereka dan untuk apa mereka ke sana. Dengan cara ini Nabi saw membuat musuh dan mata-mata tak tahu apa-apa, dan sering kali musuh serta mata-mata tak menduganya.

Mau Mendengarkan Kritik dan Tak Suka Pujian yang Bersifat Menjilat

Terkadang Nabi saw terpaksa menghadapi kritik para sahabat. Namun tanpa bersikap keras terhadap mereka, Nabi saw menjelas-kan keputusannya, dan para sahabat pun akhimya mau menerima. Nabi saw membenci sekali pujian yang bersifat menjilat. Nabi saw mengatakan: "Lemparkan debu ke wajah orang yang menjilat."

Nabi saw suka bekerja sempurna. Nabi saw biasa mengerjakan sesuatu dengan benar dan efisien. Ketika Sa'ad bin Mu'adz meninggal dan kemudian dibaringkan di makamnya, Nabi saw dengan kedua tangannya sendiri meletakkan batu dan bata di makam Sa'ad persis pada tempatnya dan dengan efisien. Nabi saw bersabda: "Aku mau segalanya dikerjakan dengan benar dan efisien."

Memerangi Kelemahan

Nabi saw tidak mengeksploitasi titik lemah dan kebodohan orang. Nabi saw justru berupaya memperbaiki kelemahan orang dan membuat orang mengetahui apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Pada hari meninggalnya putra Nabi saw yang berusia tujuh belas bulan, kebetulan terjadi gerhana matahari. Orang pada mengatakan bahwa gerhana tersebut terjadi karena duka cita yang merundung Nabi saw. Nabi saw tidak tinggal diam menghadapi pikiran yang keliru ini. Nabi saw kemudian naik ke mimbar dan mengatakan: "Wahai manusia! Bulan dan matahari adalah dua tanda dari Allah. Terjadinya gerhana keduanya bukan karena kematian seseorang."

Memiliki Kualitas Sebagai Pemimpin

Nabi saw memiliki kualitas maksimum kepemimpinan seperti sifat mau tahu orang, teguh had, efisien, berani, tak takut meng­hadapi konsekuensi suatu tindakan, mampu melihat ke depan, mampu menghadapi kritik, mengakui kemampuan orang lain, mendelegasikan kekuasaan kepada orang lain yang mampu, luwes dalam masalah pribadinya, keras dalam masalah prinsip, memandang penting orang lain, memajukan bakat intelektual, emosional dan praktis mereka, menjauhkan diri dari praktik lalim, tidak meminta ketaatan buta, bersahaja dan rendah hati, bermartabat dan sangat memperhatikan pengelolaan sumber daya manusia. Nabi saw sering mengatakan: "Jika kamu bertiga mengadakan perjalanan bersama, maka pilih salah satu dari kalian sebagai pemimpin."

Di Madinah, Nabi saw mendirikan sebuah sekretariat khusus. Nabi saw menunjuk sekelompok orang untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Ada ahli tulis wahyu yang bertugas menulis Al-Qur'an. Beberapa orang diberi amanat membuat draft dan menulis surat khusus. Beberapa orang diberi tugas mencatat transaksi legal. Beberapa orang diberi tanggung jawab memegang pembukuan. Beberapa orang diberi tanggung jawab membuat draft perjanjian. Semua perincian ini dicatat dalam buku sejarah seperti "Tarikh Ibn Wazih, al-Ya'qubi, at-Tanbîh wa al-Isyrâf karya Mas'udi, "Mu'jam al-Buldân" karya al-Bilâdzuri dan "at-Thabaqât" karya Ibn Sa'ad.

Metode Berdakwah

Dalam mendakwahkan Islam, metode Nabi saw lembut, tidak keras. Nabi saw terutama berupaya membangkitkan harapan, dan menghindari penggunaan ancaman. Kepada salah seorang sahabat, yang diutus Nabi saw untuk mendakwahkan Islam, Nabi saw mengatakan: "Bersikaplah yang menyenangkan, dan jangan bersikap keras. Katakan apa yang menyenangkan hati orang, dan jangan buat mereka jadi bend."

Nabi saw memiliki perhatian yang aktif terhadap dakwah Islam. Pernah Nabi saw pergi ke Thaif untuk berdakwah. Pada musim haji, Nabi saw suka menyeru berbagai suku dan menyampaikan pesan Islam kepada mereka. Nabi saw pemah mengutus Imam Ali bin Abi Thalib as dan pada kesempatan lain Mu'adz bin Jabal ke Yaman untuk berdakwah. Sebelum ke Madinah, Nabi saw mengutus Mus'ab bin Umair untuk berdakwah di Madinah. Nabi saw mengutus sejumlah sahabat ke Ediiopia. Di samping untuk meng­hindari penganiayaan kaum musyrik Mekah, mereka mendakwah­kan Islam di Ethiopia dan memuluskan jalan bagi diterimanya Islam oleh Negus, Raja Ethiopia, dan 50 persen penduduk Ediiopia. Pada tahun ke-6 Hijrah, Nabi saw mengirim surat kepada pemimpin sejumlah negara di berbagai bagian dunia dan mengenalkan kepada mereka tentang kenabiannya. Sekitar seratus surat yang ditulis Nabi untuk berbagai pemimpin, sampai sekarang masih ada.

Mendorong Pengetahuan

Nabi saw mendorong para sahabat untuk mencari ilmu. Nabi saw mewajibkan anak-anak mereka untuk belajar membaca dan menulis. Nabi saw memerintahkan sebagian sahabat untuk belajar bahasa Syiria kuno. Nabi saw sering berkata: "Setiap Muslim wajib menuntut ilmu."

Nabi saw juga mengatakan: "Di mana pun kamu mendapati satu ilmu yang berguna, ambillah. Tak masalah apakah ilmu itu ada pada orang kafir atau orang munafik."

"Tuntutlah ilmu sekalipun hams pergi ke negeri Cina."

Penekanan arti pentingnya ilmu ini menjadi sebab kenapa kaum Muslim begitu cepat tersebar ke seluruh penjuru dunia untuk menuntut ilmu dan untuk mencari karya-karya ilmiah. Kaum Muslim tidak saja menerjemahkan karya-karya ini, namun juga menelitinya. Dengan begitu mereka menjadi penghubung antara budaya-budaya kuno Yunani, Roma, Iran, Mesir serta India, dan budaya modern Eropa. Dengan berlalunya waktu, kaum Muslim sendiri menjadi pendiri salah satu peradaban dan budaya terbesar dalam sejarah manusia, yang oleh dunia dikenal sebagai peradaban dan budaya Muslim.

Karakter dan perilaku Nabi saw, seperti sabda dan agamanya, lengkap. Sejarah tak pernah menyaksikan pribadi lain selain Nabi saw yang berhasil mencapai kesempurnaan dalam semua dimensi manusia. Memang Nabi saw merupakan seorang manusia yang sempurna.

Kesabaran Muhammad Laksana Mukjizat



Sikap sabar merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan. Setiap orang membutuhkan sikap sabar. Terutama ketika menghadapi cobaan, musibah, bencana, dan hinaan yang bertubi-tubi. Adalah Rasulullah saw. menjadi teladan purna dalam sikap sabar. Pada kesempatan kali ini rubrik Khutbah Jum’at mengupas sikap sabar. Bagi para da’i dan khatib bisa menyampaikan tema ini dan meyakinkan umat akan pentingnya sikap sabar.

أما بعد فيا أيها المسلمون:

Kabar gembira bagi kita umat Islam

Kita memiliki “tiang” panutan yang tak lekang

Ketika Allah menyeru agar para da’i mengajak

Untuk taat pada Rasul mulya, maka kita jadi sebaik-baik umat

Saudaramu, Isa memanggil orang mati, lalu hidup

Kamu, telah menghidupkan generasi dari sebelumnya tak berarti

Ya Rasulullah, shalawat dan salam atasmu

Sebaik-baik utusan yang tidak ambisi, namun baik budi

أيها المسلمون:

Tema yang kita bahas pada kesempatan ini adalah salah satu sisi dari sekian banyak sisi keagungan Muhammad saw. Keagungannya membelalakkan mata. Kemulyaannya menyihir pikiran. Sisi ini mulya karena beliau orang yang mulia. Adalah benar karena beliau selalu benar. Beliau telah membangun misi yang jauh lebih kokoh dibandingkan dengan gunung. Beliau telah meletakkan prinsip-prinsip hidup secara lebih dalam dibandingkan dengan sejarah itu sendiri. Beliau membangun tembok yang tidak akan pernah terbakar oleh suara dan ejekan.

Adalah Muhammad saw., apapun yang Anda bicarakan pasti Anda akan menemukan kebesaran beliau. Mari kita kaji sisi kesabaran beliau saw.

Al Qur’an menyebut kata Shabar lebih dari sembilan puluh (90) tempat. Suatu kali Allah swt. memuji orang-orang yang sabar, pada kesempatan lain Allah memberi kabar gembira berupa pahala orang-orang yang sabar. Pada tempat yang lain Allah swt menyebut buah dari sikap sabar.

Allah swt berfirman kepada Rasul-Nya saw., (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً) “Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.” Al Ma’arij:5

Jika kamu mendapatkan penentangan dari unsur kebatilan dan permusuhan dari pemimpin yang dzalim, maka (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Jika harta kamu sedikit, kefakiran melilit, gundah-gulana menyergap dan beban hidup menghimpit, maka (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Jika jumlah sahabat kamu sedikit dan pendukung kamu bercerai-berai, maka (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Jika jalan yang kamu tempuh penuh rintangan, kamu lihat dunia gelap dan penuh maksiat, maka

(فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Jika anak-anakmu meninggal, kerabat dan orang yang kamu cintai mendahuluimu, maka (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Perjalanan hidup Muhammad saw. mengajarkan kepada kita bagaimana bersikap sabar yang baik. Sabar yang sebenarnya. Beliau menjadi figure bagi siapapun dalam kesabaran. Ketika beliau tinggal di Mekah, para kerabat dan orang tercinta memusuhinya. Beliau dihinakan oleh orang awam lagi tak berpengetahuan. Kerabat dekat dan khalayak umum memeranginya, namum beliau tetap sabar. Beliau sangat kekurangan, sambil menaruh batu di perutnya karena kelaparan dan kehausan. Beliau paling sabar di antara manusia.

Beliau ditinggal pergi selamanya oleh istri tercinta nan cerdas. Istri yang pandai yang ditarbiyah di keluarga kenabian. Istri yang senantiasa mendukung dan membelanya. Ia meninggal pada waktu Rasulullah saw mendapatkan banyak krisis. Ia meninggal pada fase Mekah di mana pendukung jahiliyah sedang gencar memusuhinya. Dialah Khadijah, dia menjadi orang nomor satu dalam membela suaminya. Khadijah tempat mengadu Rasul. Tempat curhat. Khadijah meyakinkan suaminya,

(كلا واللهِ لا يخزيكَ اللهُ أبدا، إنك لتصلُ الرحم، وتحملُ الكلَ، وتعينُ الملهوفَ، وتطعمُ الضيفَ، كلا واللهِ لا يخزيكَ اللهُ أبدا).

“Tidak, demi Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan kamu. Anda orang yang menyambung silaturahim. Membantu orang yang membutuhkan. Memulyakan tamu. Sekali-kali Allah tidak akan menyia-nyiakan kamu.”

Khadijah meninggal pada “Aamul Huzni” tahun duka-cita. Muhammad sabar, karena Allah swt. berfirman kepadanya, (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Kaum kafir Quraisy, di antara mereka ada paman dan kerabat Muhammad sedang membuat konspirasi untuk membunuhnya. Mereka mengutus lima puluh pemuda yang mewakili masing-masing kabilah untuk membunuh Muhammad. Dengan pedang terhunus kelima puluh pemuda mengepung rumah Nabi. Mengetahui rumah beliau dikepung, beliau bersabar, paling sabar dibandingkan semua manusia. Beliau keluar dari rumahnya dengan sangat hati-hati,. Atas kehendak Allah swt. para pemuda dalam kondisi ngantuk berat. Beliau sabar karena Allah menyeru kepadanya, (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Ketika Muhammad menabur debu di wajah-wajah mereka, mereka tertidur pulas sehingga lepaslah pedang dari tangan-tangan mereka. Rasulullah saw membacakan ayat,

(وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدّاً وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدّاً فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ)

“Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” Yasin:9

Beliau menuju gua Tsur, bersembunyi dari kejaran musuh. Musuh menyusul dan menyergap di atas gua. Mereka turun lewat sebelah kanan gua. Mereka mengelilingi gua. Mereka ingin masuk, namun tak kuasa. Abu Bakar yang menemani Muhammad bergumam, “Wahai Rasulullah, demi Allah, sekiranya salah seorang dari mereka melihat kakinya, pasti ia melihat kita.”

Rasulullah saw tersenyum. Senyuman pemimpin dunia. Senyuman panglima rabbani. Senyuman orang yang tsiqah atau yakin dengan pertolongan Allah swt. beliau bersabda,

ويقول: يا أبا بكر، ما ظنُك باثنين اللهُ ثالثُهما؟ ويقول: لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا.

“Wahai Abu Bakar, Apa kamu mengira kita hanya berdua, padahal Allah lah yang ketiganya!? Beliau menyakinkan, “Jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita.”

Ini adalah dusturul hayah, prinsip kehidupan. Pelajari dan ajarkanlah. Ajarkanlah kepada anak-anak kalian, istri-istri kalian, orang sekeliling kalian. Ajari mereka pada setiap kesempatan dan waktu bahwa sukses itu dalam prinsip, (لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا)

Rasulullah saw keluar dari gua Tsur, sedangkan orang kafir tidak mengetahuinya kalau beliau berada di sana. Beliau keluar menuju Madinah. Kafir Quraisy tidak berhenti mencarinya, bahkan mereka tidak malu-malu membuat sayembara di muka umum, mereka menyiapkan seratus unta merah bagi yang menemukan Muhammad, hidup atau mati.

Dengan bersenjata panah dan pedang Suraqah mengejar Muhammad. Rasulullah melihat Suraqah memacu kudanya, mendekat. Dalam kondisi sangat lapar dan haus ditengah terik sahara, kondisi psikis yang tertekan, beliau meninggalkan istrinya, putri-putrinya, rumahnya, tetangganya, paman-pamannya, bibi-bibinya. Beliau hanya berdua, tanpa pengawal dan prajurit, tanpa ada penjagaan. Padahal Suraqah mengejar dengan pedang terhunus. Abu Bakar takut seraya berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah ia telah mendekati kita.”

Rasulullah saw kembali tersenyum kedua kalinya, karena ia tahu bahwa risalahnya akan senantiasa langgeng dan kafir durjana pasti akan mati. Dakwahnya pasti akan senantiasa hidup, dan pasti matilah orang-orang pendosa. Pasti prinsip-prinsip ajarannya menang mengalahkan kejahiliyahan, apapun bentuknya. Rasulullah saw. meyakinkan Abu Bakar dalam sabdanya, “Wahai Abu Bakar, kamu mengira kita ini hanya berdua, padahal Allah lah pihak ketiga.”

Suraqah kian mendekat sambil meneriaki Rasulullah saw. ketika itu kaki kuda terperosok ke dalam padang sahara, tidak bisa jalan. Kejadian itu berulang-ulang, Suraqah tidak bisa mendekat. Sampai akhirnya ia putus asa dan meminta tolong kepada Rasulullah saw. dan meminta jaminan rasa aman. Rasulullah saw memberi jaminan rasa aman kepadanya. padahal sebelumnya ia sangat berambisi membunuh beliau. Subhanallah!

Pada perang Badar al Kubra Rasulullah saw. ikut serta bersama-sama sahabat lainnya turun ke medan tempur. Pada waktu itu paceklik mendera kaum muslimin, sampai-sampai Rasulullah saw mengganjal perutnya dengan batu.

Wahai pemuja materi, wahai yang gandrung dengan pakaian dan aksesoris, wahai yang tergila-gila dengan aneka makanan, lihatlah seorang Rasul untuk semua manusia, perhatikan guru manusia; beliau kelaparan, tak menemukan sebutir kurma sekalipun, tapi beliau bersabar (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Satu persatu putrinya menginggal dunia. Putri pertama meninggal, beliau yang memandikannya, mengkafaninya, menguburkannya, dan beliau kembali dari pemakaman sambil tersenyum, karena beliau sabar,( فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Selang beberapa hari, putri beliau yang kedua menyusul yang pertama, beliau sendiri juga yang memandikan, mengkafani, menguburkan,. Begitu juga yang ketiga… beliau memandikan, mengkafani, menguburkan dan kembali dari pemakan dengan senyuman tersungging di bibirnya, karena beliau sabar, (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Anak laki-laki beliau, meninggal di pangkuannya, baru berumur dua tahun. Beliau memandangi putranya dengan sepenuh kedekatan hati, air mata membasahi pipi beliau, beliau paling sabar di antara manusia. Rasulullah saw bersabda,

(تدمع العين، ويحزنُ القلب، ولا نقولُ إلا ما يرضي ربَنا، وإنا بفراقِك يا إبراهيمُ لمحزونون).

“Air mata berlinangan, hati tersayat, namun kami tidak berkata kecuali sesuai yang di ridhai Allah swt. Sungguh, kepergianmu wahai putraku Ibrahim menyisakan kesedihan banyak orang.”

Sungguh luar biasa keteguhan hatimu wahai Rasulullah, karena Allah berfirman kepadanya,

(فَاصْبِرْصَبْراً جَمِيلاً).

Beliau menyertai sahabatnya dalam perang Uhud. Para sahabat terpukul mundur. Banyak di antara kerabat dekat beliau yang meninggal sebagai syuhada’, sahabat-sahabat pilhan, tujuh puluh meninggal dunia. Jumlah yang tidak sedikit. Di antara mereka itu ada tokoh besar, Hamzah ra. Paman beliau yang senantiasa membela Nabi dengan pedangnya. Ia adalah asadullah -singa Allah- di dunia dan panglima syuhada’ di surga. Beliau melihat Hamzah meninggal dengan mengenaskan. Beliau melihat Sa’ad bin Rabi’ tubuhnya penuh luka. Beliau melihat Anas bin Nadhar dan lainnya, beliau meneteskan air mata. Air mata panas mengalir membasahi janggutnya yang mulia, namun beliau tetap tersenyum, karena Allah swt berpesan kepadanya, (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Pada perang Mu’tah Rasulullah saw. mengirim pasukan untuk melawan tentara Romawi, dipimpin tiga panglima perang. Ketiganya syahid dalam waktu berturut-turut. Zaid bin Haritsah, Ja’far paman beliau, yang di juluki “Ath Thayyar” atau yang lincah, dan Abdullah bin Rawahah. Beliau melihat mereka menjadi syuhada dari jarak ratusan mil. Beliau melihat keluarga mereka berada di surga. Beliau tersenyum dalam tangisan, karena Allah swt berfirman kepadanya, (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Pasukan sekutu, yang terdiri dari kaum munafikin, kuffar, musyrikin dan Yahudi mengepung Madinah. Rasulullah saw turun langsung menggali parit, menyingsingkan lengan, sedangkan perut beliau diganjal batu karena lapar. Dengan sepenuh kekuatan beliau memukul batu besar yang mengghalangi parit sehingga keluar kilatan api di udara, maka beliau bersabda,

هذه كنوزُ كسرى وقيصر، واللهِ لقد رأيتُ قصورَهما، وإن اللهَ سوف يفتحُها علي.

“Ini singgasana Kisra dan Kaisar. Demi Allah, sungguh aku melihat kerajaan keduanya, dan Allah akan menaklukkannya untukku.”

Orang-orang munafiq menertawakan beliau, “Bagaiman mungkin Muhammad menakklukkan Kisra dan Kaisar, padahal dia sendiri kelaparan tak berdaya.” Beliau tersenyum karena Allah swt berfirman kepadanya, ( (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً

Setelah berlalu dua puluh lima tahun, berangkatlah tentara Islam, pasukan perang dari Madinah untuk menaklukkan bumi Kisra dan Kaisar. Dengan melewati sungai yang sangat ganas dan dalam. Kenapa, karena Allah swt berbicara dengannya,

(فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Sungguh, demi Allah ini semua dalah ibrah, pelajaran yang sangat berharga, jika umat-umat ini sadar, sehingga bangsa-bangsa akan terselamatkan, adil dan damai. Namun, di mana orang yang membaca sirah perjalan hidup beliau?!.. Mana orang yang belajar dari peri kehidupan beliau?!..

Subhanallah, tiga hari empat malam beliau tidak memiliki sesuatu yang bisa dimakan. Beliau tidak memiliki sebutir kurma sekalipun, segelas susu, sepotong roti. Namun beliau ridha dengan pembagian rizki dan kenikmatan dari Allah swt. (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Beliau tidur di atas tikar, sehingga membekas dipinggangya. Beliau tidur di atas tanah karena saking panas, tidak berselimut, (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Rumahnya dari tanah, jika beliau melayangkan tangannya ke atas, menyentuh atap, jika beliau berbaring, maka kepala beliau yang mullia menyentuh tembok dan kakinya mengenai tembok yang lain, karena dunia baginya tidak berarti, (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Fir’aun berada di atas mimbar terbuatkan dari emas dan permadani, ia memakai sutera. Begitu juga raja Kisra, sedangkan Muhammad saw. beralaskan tanah, (فَاصْبِرْ صَبْراً جَمِيلاً)

Malaikat Jibril datang kepada Muhammad dengan membawa kunci-kunci kemewahan dunia dan menyerahkan kepadanya, seraya berkata, “Maukah kamu Allah memberi emas dan perak sebesar gunung?” Beliau menjawab, “Tidak, saya memilih sehari makan dan sehari lapar sampai saya berjumpa dengan Allah.”

Ketika ajal hendak menjemput beliau, dikatakan kepadanya, “Apakah kamu menghendaki dunia ? Kamu menginginkan kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman as. ? Beliau menjawab, “Tidak, justru saya ingin bersanding dengan Tuhan Yang Maha Tinggi

أقولُ ما تسمعون وأستغفرُ الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه وتوبوا إليه إنه هو الغفور الرحيم.

Ali Ibn Abu Thalib, Pintu Ilmu Rasulullah Saw

DIKISAHKAN pada suatu ketika Fathimah Binti Asad, sedang dalam keadaan hamil. Meski begitu istri Abu Thalib ini masih ikut bertawaf di sekitar Ka’bah. Karena keletihan yang dialaminya, Fathimah duduk di depan pintu Ka’bah seraya berdoa kepada Tuhan pemilik Ka`bah agar selalu diberi kekuatan. Tiba-tiba tembok Ka’bah tersebut bergetar dan terbukAlah dindingnya. Seketika itu Fathimah Binti Asad masuk ke dalam. Tak beberapa lama, Fathimah merasakan bayi yang dikandungnya keluar dan lahirlah seorang bayi laki-laki tampan, Jumat 13 Rajab. Dialah Ali Ibn Abi Thalib.

Sejak kecil, ketika Abu Thalib tak mampu menanggung biaya hidup karena masa paceklik, Ali diasuh dan berada dalam didikan Rasulullah Saw. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ali sendiri perihal masa pemIbnaan Rasulullah Saw yang terdapat dalam Nahjul Balaghah, “Nabi membesarkan aku dengan suapannya sendiri. Aku menyertai Imam Hasan Asykari kemana pun Imam Hasan Asykari pergi, seperti anak unta yang mengikuti induknya. Tiap hari aku dapatkan suatu hal baru dari karakternya yang mulia dan aku menerima serta mengikutinya sebagai suatu perintah”.

Setelah Rasulullah Saw mengumumkan tentang kenabiannya, Ali meski masih remaja langsung menerima dan mengimaninya; sehingga tercatat sebagai orang yang masuk Islam pertama dari kaum laki-laki dan pemuda Makkah. Apapun yang dikerjakan dan diajarkan Rasulullah Saw kepadanya, selalu diamalkan dan ditirunya. Sehingga Ali tidak pernah terkotori dengan kesyirikan atau tercemari karakter tercela, hina dan jahat serta tidak ternodai kemaksiatan.

Sejak masa kecil Ali berani menggunakan kepalantangannya untuk mengusir anak-anak kecil serta para gelandangan yang diperintah kaum kafir Quraisy untuk mengganggu dan melempari Rasulullah Saw.

Keberaniannya yang tidak tertandingi ini dipuji Rasulullah Saw, “Tiada pemuda sehebat Ali”. Mengenai kecerdasannya dalam keilmuan dan masalah agama, Nabi Muhammad Saw menjulukinya sebagai pintu ilmu. Rasulullah Saw bersabda, “Ana madinatul ilmi wa Aliyyin babuha. Faman aradal madinata wal hikmata fal yatiha min babiha—Aku adalah kota ilmu dan Ali pintunya. Barangsiapa yang menghendaki kota dan hikmah, hendaknya ia mendatangi dari pintunya”.

Ali merupakan orang yang paling dekat hubungan kekeluargannya dengan Nabi Muhammad SAW. Ali bukan hanya sepupu, tapi juga kader Islam pertama sekaligus suami dari Fathimah Az-zahra, putri Rasulullah SAW.

Ali juga selalu tampil menjadi orang yang terkemuka. Hampir semua perang yang terjadi di masa Rasulullah SAW tidak terlewatkannya. Dalam peristiwa perang Khandak menjadi saksi nyata keberaniannya saat memerangi Amar Ibn Abdi Wud. Dengan satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, jagoan Arab itu terbelah menjadi dua. Juga dalam perang Khaibar. Saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya”.

Begitulah keperkasaan Ali dalam menghadapi musuh Islam dan membela Allah dan Rasul-Nya. Meski dikenal sebagai kesatria tangguh, Ali dalam hidupnya tak lepas dari derita. Yang paling dirasakan berat adalah saat ditinggalkan wafat oleh Rasulullah Saw dan istrinya, Fathimah Az-Zahra.

Beberapa tahun kemudian Ali Ibn Abu Thalib ini menikah dengan beberapa wanita. Jika dihitung, anaknya dari istri-istrinya mencapai 36 orang (18 laki-laki dan 18 perempuan), termasuk Hasan dan Husain.

Selasa, 26 Mei 2009

Sekolahku

Sekolahku adalah MTsN tangerang II pamulang yang kini telah menjadi juara 1 Madrasah berprestasi nasional. Untuk pelajaran yang ada di sekolahku mengikuti kurikulum barudan di MTsN tangerang ii terdapat kelas nasional yang KKM di kelas ini lebih besar dibandingkan dengan kelas reguler yaitu berkisar dari 70 hingga75 hal ini membuat para siswa ingin terus belajar untuk menggapai nilai lebih dari pada KKM yang diberikan. MTsN Tangerang II ini pernah menjuarai berbagai lomba yang pernah diikutinya dan diantara itu menjuarai lombatingkat nasional oleh karena itu MTsN TangerangII memiliki Motto yaitu "MTsN Tanngerang II go nasional"